Rabu, September 02, 2015

Unit Ekonomi Produktif

Untuk Menopang dan Menampung Kegiatan-Kegiatan di Yayasan Al-Furqon Sanden terdapat beberapa Unit Ekonomi Produktif (UEP) diantaranya:
  1. Pabrik Kue dan Roti
  2. Mini Market
  3. Las
  4. Bank

Selasa, Agustus 18, 2015

Anak Asuh Al-Furqon Sanden Peringati HUT RI ke 70 dengan Bermacam Lomba.

Sanden Bantul DIY - Para anak asuh PA Al-Furqon Sanden memperingati Hari Ulang Kemerdekaan  RI ke 70  dengan beragam lomba, Senin (17/8). Kegiatan ini  dikuti segenap siswa, berlangsung mulai pukul 08.30 sampai pukul 17.00 WIB di MTs Al-Furqon.

Sebelumnya pada Minggu malam (16/8) telah diadakan tirakatan dan nonton film perjuangan di Kompleks Yayasan Al-Furqon Sanden

Senin (17/8) acara peringatan HUT RI ke-70 dimulai terlebih dahulu dengan berbaris rapi dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tampaklah sangat meriah, walau terik panas matahari para anak asuh sangat antusias mengikuti dan menyaksikan peringatan, perlombaan ini.  Ada beragam lomba yang digelar seperti: lomba pukul air, menyanyikan lagu kebangsaan, tarik tambang, memasukkan paku dalam botol, dan lain-lain.


Panitia penyelenggara sebelumnya telah berkoordinasi dengan utusan tiap petugas piket anak asuh. Setiap hari piket  diwajibkan mengutus perwakilan untuk tiap cabang lomba. Ada kelompok hari Senin, ada kelompok hari Selasa sampai dengan hari Minggu.

Achmad Agung Parfi, Rochiban Panitia Lomba, menyampaikan bahwa perlombaan ini,  dalam rangka menyambut dan merayakan peringatan HUT RI ke-70. Ia juga menambahkan bahwa peringatan hari kemerdekaan menjadi momentum yang penting bagi segenap anak asuh PA Al-Furqon Sanden, karena mereka kelak menjadi penerus perjuangan bangsa ini.

“Permainan dan perlombaan  dirancang sedemikian rupa, maka selain menghibur juga mengandung nilai-nilai pendidikan bagi para siswa, seperti nilai kerjasama, persatuan, dan toleransi.” Kata Agung P.

Minggu, Juli 19, 2015

PA Al-Furqon Sanden Sebagai Stake Holder Tradisi

PA Al-Furqon Sanden Bongoskenti Murtigading Sanden Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, Yayasan di wilayah Kabupaten Bantul barat daya Jogja ini, masih menyimpan banyak potensi ekonomi, sosial, pendidikan, budaya. Aliran sungai yang bersih, dan masih banyak yang belum tergali merupakan potensi yang ada, seni budaya juga banyak ragamnya. Salah satunya adalah tadisi Rasulan.


Kamis Malam (16/07) diadakan Rasulan. Rasulan saat ini masih menjadi agenda tak terlupakan Yayasan Al-Furqon Sanden dan masyarakat Bongoskenti dan sekitarnya. Pengunjung dan masyarakat lokal, bisa menikmati acara rosulan dan menikmati makanan gratis, saat acara berlangsung.

Rasulan adalah salah satu tradisi khas masyarakat Bongoskenti DIY yang disponsori Yayasan Al-Furqon Sanden. Salah satu kearifan lokal yang patut dilestarikan. Tradisi Rasulan juga dikenal dengan bersih dusun atau desa sudah ada sejak zaman dahulu kala. Pada awalnya, Rasulan adalah kegiatan para petani sebagai bentuk perwujudan syukur setelah masa panen tiba. Kemudian, Rasulan bisa dilaksanakan jauh sesudah masa panen atau malah belum selesai panen.

Pada malam Hari Raya Idul Fitri merupakan puncak acara di adakan semacam kirab mengelilingi dusun sambil bertakbir menyebut Nama Tuhan Yang Maha Kuasa.

Masyarakat Yayasan Al-Furqon Sanden dan masyarakat Bongoskenti  memaknai Rasulan sebagai even tradisi Lebaran, di mana seseorang datang ke tempat kerabatnya untuk bersilaturrahmi dan menikmati hindangan spesial yang disediakan oleh tuan rumah. Oleh karena itu, pada esok harinya  pelaksanaan Rasulan ini, setiap keluarga biasanya membuat makanan spesial untuk tamu-tamu mereka yang sekalogus merayakan hari raya Idul Fitri.

Dengan demikian, keberadaan tradisi Rasulan yang disponsori oleh Yayasan Al-Furqon ini menjadi salah satu wadah bagi masyarakat Bongoskenti dan sekitarnya untuk memupuk semangat kekeluargaan dan mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Sebagai salah satu bentuk kearifan lokal, ada beberapa nilai positif dari pelaksanaan tradisi Rasulan ini. Yang pertama yaitu adanya kesadaran bahwa rejeki yang di terima merupakan Anugerah dari Yang Maha Kuasa yang patut di syukuri. Ini berkaitan dengan inti dari pelaksanaan Rasulan itu sendiri yaitu sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia yang telah di berikan oleh Sang Pencipta.


Yang kedua yaitu adanya semangat untuk memelihara budaya leluhur yang adiluhung yang dapat mempererat silaturrohmi. Ini merupakan suatu hal yang positif mengingat saat ini kemajuan zaman dan informasi telah dengan cepat mengikis budaya bangsa yang patut kita lestarikan.



Ketiga yaitu sebagai sarana untuk kembali memupuk semangat kekeluargaan antar warga. Dengan adanya tradisi ini masyarakat terus menjaga kebersamaan baik untuk kegiatan pra Rasulan maupun saat pelaksanaan itu sendiri yang tentu saja dapat memupuk kembali semangat kekeluargaan.

Sabtu, Juli 11, 2015

Nupus Operator Jiz Fm Radio, Buka bersama dengan anak Panti Asuhan Al-Furqon

Sanden (9/7) Nupus, salah seorang operator 89,5 JIZ Fm Radio berbagi pengalaman, cerita dan berbuka bersama dengan adik-adik di Panti Asuhan Al-Furqon Sanden.
Nupus, dkk merasa tertarik untuk mengunjungi Panti Asuhan Al-Furqon, tempatnya teduh, kondusif untuk belajar, suasana yang alami dan dekat pantai kidul.

Jumat, Juli 10, 2015

Buka Bersama dengan 400 anak yatim piatu fakir miskin, Suporter Persiba dengan Panti Asuhan Al-Furqon

Sanden 8/7, Panti Asuhan Al-Furqon Sanden mengadakan buka bersama dengan 400 anak yatim piatu fakir miskin serta suporter Paserbumi. Acara ini dalam rangka memperingati HUT Paserbumi Ke-11. 
Hadir dalam acara ini para pejabat pemerintah, Camat Sanden, Bupati Bantul. Bupati Bantul mendoakan supaya dari anak-anak yatim piatu fakir miskin besok ada yang menjadi bupati, menteri dan presiden.